PEMBANGUNAN SPAM REGIONAL SYSTEM BARAT ATASI DEVISIT AIR DI WILAYAH BALI SELATAN

GambarPembangunan SPAM Regional System Barat atasi Devisit Air di Wilayah Bali Selatan. Dengan bertambahnya jumlah penduduk yang cukup tinggi di Bali khususnya di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar maka kebutuhan akan air bersih jelas semakin meningkat, maka untuk mengatasi hal itu saat ini Satuan Kerja PKPAM Bali kembali melakukan Pembangunan SPAM Regional System barat atau yang dikenal dengan System Penet disamping SPAM regional Petanu yang sudah ada. Dengan dibangunnya SPAM Penet yang berlokasi di Tukad Penet Desa Cemagi  Kabupaten Tabanan. Diharapkan nantinya dapat mengatasi devisit air bersih khususnya di wilayah Bali Selatan. Hal itu dikatakan Kepala Satuan Kerja PKPAM Bali. I B Lanang Suardana.ST.MT. Beberapa waktu lalu dimeja kerjanya. Lebih lanjut ia menjelaskan, Pembangunan SPAM Penet ini nantinya mampu mengolah air dengan kapasitas 300 liter per detik yang akan di distribusikan di kabupaten Badung dan Kota Denpasar dengan pembagian masing-masing 150 liter per detik untuk pembangunan SPAM Penet itu sendiri nantinya dilaksanakan melalui kontrak tahun jamak atau multiyears yang dikerjakan mulai Tahun 2013 sampai dengan Tahun 2014 melalui dana APBN sebesar Rp. 127 miliar lebih. Untuk saat ini prosesnya dalam tahap lelang dan diharapkan nantinya dapat terkontrak pada minggu pertama atau kedua di bulan september Tahun 2013.” Jelas Lanang. Ia menambahkan pengerjaan proyek SPAM Tukad Penet ini dikerjakan secara bersama-sama baik Pemerintah Pusat, Pemerintah daerah Provinsi Bali maupun Pemerintah Daerah kabupaten Badung dan Pemerintah Kota Denpasar melalui M O U dengan pembagian tugas masing-masing, untuk pembuatan System Pengolahan Air Minum (SPAM) dikerjakan melalui dana APBN sedangkan untuk pembuatan jaringan distribusi utama di kerjakan oleh Pemerintah Provinsi Bali dan untuk pipa-pipa distribusi pelayanan ke masyarakat, masing-masing Pemerintah Kabupaten Badung dan Pemerintah Kota Denpasar. Untuk itu pihaknya berharap dengan dibangunnya SPAM Penet ini nantinya dapat mencukupi kebutuhan air bersih di wilayah Bali Selatan hingga Tah un 2025.”ungkapnya. (Jon)

Iklan

PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 SMP PGRI 2 DENPASAR BERJALAN BAIK

GambarPelaksanaan Kurikulum 2013 SMP PGRI 2 Denpasar berjalan baik. Saat ini Kementerian Pendidikan kembali menerapkan kurikulum baru bagi sekolah di seluruh Indonesia yang penerapannya di mulai pada bulan Juli 2013 atau pada tahun ajaran baru. Terkait hal itu Kepala Sekolah SMP PGRI 2 Denpasar, Dr. I Gede Wenten Aryasuda.M.Pd. mengungkapkan, untuk pelaksanaan kurikulum yang baru di SMP PGRI 2 Denpasar sudah dapat dilaksanakan walaupun pelaksanaannya terkesan dipaksakan namun kurikulum yang baru ini nantinya mampu memberikan dunia pendidikan kearah yang lebih baik. Hal itu tentu tidak terlepas dari kesiapan pihak guru yang memegang peran yang sangat penting serta sarana dan prasarananya tersedia, artinya buku pelajaran atau istilahnya buku paket dapat disediakan oleh sekolah. “Katanya. Ia menambahkan, kebijakan kurikulum 2013 yang disosialisasikan oleh Menteri Pendidikan akan dilakukan piloting project atau percontohan. Bagi sekolah yang ditunjuk melaksanakan kurikulum baru nantinya gutu tersebut akan diberikan pelatihan terlebih dahulu yang dilakukan oleh pemerintah dengan memakai dana pusat, agar pelaksanaan kurikulum berjalan sesuai perencanaan. Sementara sekolah yang tidak ditunjuk tidak dapat dana pelatihan. Namun pihaknya sebagai pelaksana dan sebagai ujung tombak wilayah, sebagaimana di minta oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga kota Denpasar agar semua sekolah yang berada di kota Denpasar untuk melaksanakan kurikulum 2013 tersebut, maka pelatihan guru untuk SMP PGRI 2 Denpasar sudah dilakukan secara Swadaya oleh Yayasan dengan mengundang nara sumber dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Bali.’ Jelasnya lebih lanjut ia mengatakan dalam penerapan kurikulum yang baru justru lebih mudah karena segala sesuatu ada di tangan Kementerian pusat termasuk silabusnya semua akan dicetak pusat sehingga semua siswa di semua daerah akan menggunakan buku yang sama dan untuk di SMP PGRI 2 Denpasar kurikulum yang baru hanya berlaku untuk siswa kelas VII sedangkan kelas VIII dan Kelas IX masih menerapkan KTSP.” Ungkap Aryasuda. (Jon)

Dies Natalis ke XXX dan Wisuda Sarjana XXXI IKIP PGRI Bali

GambarDies Natalis ke XXX dan Wisuda Sarjana XXXI IKIP PGRI Bali yang diselenggarakan di Hotel Inna Grand Bali Beach Denpasar, 28 Agustus 2013 berlangsung dengan baik dan sukses. Sebanyak 886 wisudawan yang dikukuhkan nantinya di harapkan mereka menjadi tenaga pendidik yang profesional yang dapat bersaing di dunia pendidikan. Menurut Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta SH.M.Hum. Ia mengungkapkan, Sarjana yang diwisuda tahun 2013 jumlahnya lebih banyak dari tahun sebelumnya meningkat sekitar 40%. Ini berarti minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di kampus IKIP PGRI Bali meningkat. “katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, semua Wisuda Sarjana IKIP PGRI Bali ke XXXI setelah terjun ke masyarakat nantinya harus mampu membangun kepercayaan diri dan belajar membuka diri terhadap semua informasi yang baru. Di samping itu telah banyak prestasi yang diraih IKIP PGRI Bali di tingkat Nasional baik di bidang olahraga dan akademik maupun dibidang seni. Pihaknya berharap ke depan apa yang sudah diraih selama ini agar dapat dipertahankan terlebih dapat ditingkatkan. Dan disamping itu pihaknya terus mengadakan pembinaan melalui UKM-UKM. Di samping meningkatkan kualitas diri dan meningkatkan SDM pihaknya selalu memotifasi para Dosen untuk menempuh pendidikan lebih lanjut sesuai amanat UU No. 4 / 2005 pasal 46 dimana dosen wajib hukumnya memiliki kualifikasi magister (S2). Hal itu dilakukan agar dapat meningkatkan kualitas lembaga melalui peningkatan kwalitas diri sehingga mampu menularkan melalui PBM kepada mahasiswa yang akhirnya kualitas output dan outcome nya menjadi terwujud. Sementara itu keberadaan perpustakaan serta sarana dan prasarana pendidikan lainnya yang ada di IKIP PGRI dapat ditingkatkan agar kualitas pendidikan dapat meningkat.”ungkapnya. (Jon)

Tambahan Gaji Perangkat Desa Kabupaten Tabanan belum ketok palu

Tambahan Gaji Perangkat Desa Kabupaten Tabanan sampai saat ini belum ketok palu. Proses pencairan perbaikan gaji perangkat desa tersebut membutuhkan waktu dalam berproses. Kendati demikian Pemkab Tabanan berjanji akan membayar mulai Bulan Agustus, namun saat ini masih dalam proses. APBD Perubahan Tahun 2013 dan sampai saat ini belum diketok palu artinya belum dapat persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Namun demikian kita tetap pada komitmen untuk menaikkan gaji perangkat desa. Dan perlu dipahami pencairan dana tersebut tentu ada mekanismenya agar di kemudian hari tidak mengundang masalah. Hal itu dikatakan Kepala Bagian Humas dan protokol Setda Tabanan, I Putu Dian Setiawan. Lebih lanjut ia menjelaskan usulan pencairan perbaikan gaji perangkat desa telah disetujui Bupati Tabanan. Namun pihaknya berharap kepada perangkat desa untuk bersabar karena perbaikan gaji akan dibayar dengan sistem rapel. Dan sementara besaran gaji yang akan diterima perangkat desa disesuaikan dengan jabatan mereka masing-masing. “jelasnya.

Menurut Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Tabanan, I Made Sudarya mengatakan, usulan kenaikan gaji perangkat desa sudah disetujui Bupati Tabanan. Hanya saja sampai saat ini, pencairan dana tersebut masih terbentur pembahasan APBD perubahan tahun 2013 dan ini belum final. Pihaknya sesungguhnya sudah siap dengan administrasi pencairan dana tersebut, hanya saja payung hukumnya belum tuntas, karena APBD Perubahan sampai saat ini belum ketok palu. Setelah final dan ketok palu pihaknya akan membayar dengan rapel. “ungkapnya. (Jon)

Festival Balaganjur Tingkat Pelajar Jembrana

GambarFestival Balaganjur yang merupakan salah satu kreativitas seni yang dilombakan serangkaian HUT Kota Negara ke 118 berakhir, setelah secara berturut-turut selama 2(dua) malam(18-19/8) unjuk kebolehan.

Kehadiaran kontingen yang berasal dari kalangan anak-anak dan remaja mulai SD, SMP dan SMA/SMK se Jembrana itu, nampaknya Panggung terbuka Ardha Candra – Jagat Natha nyaris tidak mampu menampung luapan ribuan penonton. Akibatnya, selain mereka rela harus berdesak-desakan di mulut gerbang yang ada di sisi barat dan selatan panggung, termasuk tembok penyengker disekelilingnya pun tak luput dinaikinya semata untuk bisa menyaksikan idolanya.

Ketika para kontingen bertraksi, gemuruh penonton tidak bisa dibendung. Pasalnya, beberapa krew ada yang blepotan yakni, tidak bisa bergerak bebas lantaran kamen(seragam bawah) dan destarnya nyaris lepas.

Peristiwa itu dialami salah satu kontingen balaganjur dari tingkat SD yang mendapat kehormatan di malam pertama(18/8). Awalnaya penampilan mereka di hadapan Bupati I Putu Artha dan Wakilnya I Made Kembang Hartawan, Ketua DPRD I Ketut Sugiasa dan para pimpinan SKPD sangat ataraktif disertai alunan gamelananaya yang penuh memikat. Mungkin saking lincahnya gerakan dalam atraksi itu, “tukang Cengceng” lupa diri kalau kamenannya(kain bawah) melorot hingga nyaris lepas total. Kejadian yang tidak terduga-duga itu tak luput menjadi ketertawaan, ejekan bahkan sindiran bagi petugas peñata busana untuk kontingen SD yang mendapat nomor urut 06 itu. Ditengah kegaduhan suara penonton, peserta yang masih usia belia itu ternyata juga mampu tampil memukau meski tukang cengceng itu harus berdiri kaku.

Tidak berselang lama kejadian diluar dugaan juga menimpa kontingen balaganjur tingkat SLTA dlmana “Juru Gupek” kancing destarnya nyaris lepas. Beruntung krew ini cepat tanggap meski saat itu disoraki oleh ribuan penonton. Sementara kontingen balaganjur tingkat SMP yang digelar(19/8) selain juga dijejali ribuan penonton juga mampu tampil eksis tanpa kendala berati